Home > Tips > Strategi Penjualan yang Efektif saat Pandemi COVID-19

Strategi Penjualan yang Efektif saat Pandemi COVID-19

By Marketing | April 29th 2020, 03:32:40 PM

Dampak dari pandemi COVID-19 dirasakan berbagai pihak. Bisnis menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar, bahkan mengalami krisis di tengah pandemi ini. Roda perekonomian pun melambat. Dalam waktu yang cukup singkat, pola pemasaran pun berubah ketika diberlakukan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Agar dapat bertahan dalam kondisi ini, tentunya para pelaku bisnis harus bijak dalam mengalokasikan dana campaign-nya.  Kreativitas dalam melakukan branding itu mutlak harus dilakukan, terlebih di saat work from home seperti ini. Kegiatan branding yang dilakukan pun beragam, mulai dari melalui media online, website, kegiatan CSR terkait pandemi virus Corona, dan campaign belanja dari rumah.

Lalu, apa yang bisa kamu lakukan untuk bisnismu agar tetap bertahan saat menghadapi situasi seperti ini? Yuk, simak strategi berikut!

1.       Tunjukkan kepedulian

Tunjukkan kepekaanmu dalam merespons pandemi ini dengan menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengambil tindakan yang berfokus pada kepentingan publik. Misalnya, membagikan fakta-fakta mengenai cara mencegah virus Corona atau dengan melakukan program CSR atau charity seperti memberi dukungan nyata kepada mereka yang terdampak. Dengan cara lain, kamu juga bisa berikan pesan singkat bahwa kamu peduli terhadap orang-orang yang terkena dampak COVID-19. Pesan ini bisa kamu sampaikan lewat sarana komunikasi yang biasa kamu gunakan, seperti media sosial.

 

2.       Lakukan transaksi online

Untuk menghindari penyebaran virus Corona, sebisa mungkin hindari transaksi secara langsung. Transaksi akan lebih mudah dilakukan lewat online seperti m-banking atau dengan payment gateway lainnya.

 

3.       Alihkan strategi penjualan ke online

Di situasi seperti ini di mana masyarakat melakukan physical distancing, perilaku berbelanja masyarakat pun ikut berubah. Banyak kegiatan maupun transaksi yang beralih ke online. Salah satu cara untuk menghadapinya adalah beradaptasi dengan keadaan, seperti mengalihkan strategi penjualan melalui e-commerce, media sosial, search engine, dan penjualan melalui marketplace.

 

4.       Berikan distraksi yang positif

Situasi ini membuat banyak orang merasa khawatir dan stres. Gunakan waktu ini untuk kembali membangun semangat banyak orang. Pikirkan mengenai bagaimana brand-mu bisa memberikan distraksi yang positif pada audiensmu, salah satunya dengan membangun kisah-kisah positif yang dapat menenangkan pikirian. Misalnya, bisa dengan menceritakan tentang pengalaman transaksi dengan pelangganmu, visi dan misi sebagai sebuah brand, dan sebagainya. Tentunya dengan penyampaian yang tepat.

 

5.       Kaji ulang anggaran

Finansial dalam bisnis merupakan hal krusial yang perlu diperhatikan terutama dalam kondisi seperti ini. Pelaku bisnis harus bijak dalam mengambil keputusan. Apakah ada anggaran yang bisa dipangkas untuk memotong pengeluaran? Bagaimana dengan alur cashflow? Pelaku bisnis harus tetap memastikan bahwa setiap transaksi terbukukan dengan baik dan rapi agar cashflow tetap seimbang.

 

6.       Jangan panik dan berhenti berjualan

Hindari kepanikan atas pandemi virus Corona ini dan berhentilah berasumsi bahwa bisnismu akan segera bangkrut karena adanya penurunan penjualan. Banyak bisnis diambang kepanikan karena adanya pemberitaan virus Corona yang terus menerus. Kamu harus tetap menjual produk dan mencari calon pelanggan dengan berbagai cara agar menarik hati pelanggan. Ini merupakan salah satu cara agar kamu dapat beradaptasi dan tetap berbisnis.

More from Tips